ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL CABANG GORONTALO TAHUN 1908 – 1942 SEBAGAI MATERI MUATAN LOKAL
Selasa, 19-Desember-2006, 11:45:58
Darwin Une, S8604001. 2006. Organisasi Pergerakan Nasional Cabang Gorontalo 1908 - 1942 Sebagai Materi Muatan Lokal Di SMA Negeri Gorontalo. Tesis : Program Studi Pendidikan Sejarah, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) peranan rakyat Gorontalo dalam membebaskan diri terhadap kolonialisme Belanda pada awal abad XVII, (2) peranan organisasi pergerakan nasional cabang Gorontalo menentang kolonialisme Belanda dari tahun 1908 hingga 1942, (3) materi muatan lokal sejarah perjuangan rakyat Gorontalo pada pengajaran sejarah di SMA Negeri Gorontalo, dan (4) guru-guru sejarah di SMA Negeri Gorontalo dan pejabat Dinas Pendidikan menanggapi sejarah lokal khusunya peranan rakyat Gorontalo dalam Pergerakan Nasional tahun1908 hingga 1942
Jenis penelitiannya adalah, penelitian deskriptif dengan paradigma kualitatif. Melalui paradigma kualitatif diharapkan penelitian ini dapat mendeskripsiskan berbagai informasi melalui pendekatan studi kasus tunggal terpancang. Teknik pengumpulan data baik untuk informasi data sejarah maupun data sekolah digunakan dengan wawancara mendalam (in-depth interviewing), observasi langsung, dan penggunaan dokumen serta arsip. Teknik cuplikan dalam penelitian ini lebih bersifat “Purposive Sampling”. Ini berarti bahwa informan yang dipilih dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data dan mengetahui masalah secara mendalam. Khusus informan di sekolah-sekolah dipilih guru-guru pengajar sejarah serta yang tahu tentang seluk beluk materi muatan lokal.
Untuk menjamin validitas data yang diperoleh dalam penelitian ini, digunakan teknik trianggulasi data atau sumber yang meliputi sumber lisan dan sumber tulisan, dan trianggulasi teori. Trianggulasi data dimaksudkan agar peneliti bisa mendapatkan data dari beberapa narasumber (manusia) yang berbeda-beda posisinya dengan teknik wawancara mendalam, guna untuk membandingkan informasi dari nara sumber yang satu dengan informasi dari narasumber lain. Trianggulasi teori dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan perspektif lebih dari satu teori dalam membahas permasalahan yang dikaji, misalnya suatu peristiwa yang terjadi dalam suatu masyarakat tidak hanya dikaji dari teori sosial saja, melainkan digunakan juga pandangan misalnya dari teori budaya, politik atau ekonomi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) peranan rakyat Gorontalo dalam membebaskan diri dari kolonialisme Belanda pada abad ke- 17 banyak tergantung pada raja-raja Gorontalo, meski demikian rakyat tidak pernah patah semangat mendukung perjuangan fisik tersebut. (2) peranan Berbagai Organisasi Pergerakan Cabang Gorontalo. seperti ; Sinar Budi, Partai Serikat Islam Indonesia,(PSII) dan lainnya, sangat berpengaruh pada perjuangan 23 Januari 1942 menyebabkan pemerintah kolonial Belanda terpaksa keluar dari bumi Gorontalo yang selanjutnya para pemimpin pergerakan berhasil mendirikan pemerintahan yang dikenal dengan Pucuk Pimpinan Pemerintahan Gorontalo (PPPG). (3) Materi muatan lokal khususnya sejarah perjuangan rakyat Gorontalo belum dimasukkan pada pengajaran sejarah di SMA Gorontalo. (4) Baik guru-guru pengajar sejarah di SMA maupun pihak Dinas Pendidikan Nasional Gorontalo menyambut baik atas kehadiran hasil penelitian tentang sejarah perjuangan rakyat Gorontalo menentang kolonialisme Belanda untuk dijadikan materi muatan lokal pada pengajaran sejarah.
Program Pascasarjana UNS : http://pps.uns.ac.id/
Online article: http://pps.uns.ac.id//mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=84
Jakarta, 26 September 2007
Sucipto Ardi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar