(Atas ke bawah: Hartini, Ida, Syam, Cip, Andhika, Yessi, Pahiya, Adit, Zaenal, dan Sensei).
Mahasiswa Pendidikan sejarah tahun akademik 2007/2008
Mau lihat tampang mahasiswa PS2 ketika mau kuliah dan sedang kuliah pada semester 1?..atau hanya bergaya di depan kamera,...he..he..he...
(Atas ke bawah: Hartini, Ida, Syam, Cip, Andhika, Yessi, Pahiya, Adit, Zaenal, dan Sensei).









(Atas ke bawah: Hartini, Ida, Syam, Cip, Andhika, Yessi, Pahiya, Adit, Zaenal, dan Sensei).
Thesis non-UNJ
KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI GORONTALO
06-Desember-2006, 13:01:53
Sutrisno Mohamad, S8604006. 2006. Kurikulum Bebasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Gorontalo. Tesis : Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Tujuan penelitian adalah memperoleh deskripsi tentang: (a) pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo ; (b) penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo ; (c) Kesulitan yang dialami guru dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo.
Penelitian mengambil studi di SMA Negeri Kota Gorontalo dan dilaksanakan selama enam bulan yakni dari November 2005 sampai dengan April 2006.
Penelitian ini adalah penelitian dasar dalam bentuk studi kasus tunggal dan merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data : (a) informan, (b) tempat dan peristiwa, (c) arsip mengenai notulen hasil kerja MGMP, serta arsip notulen sosialisasi kurikulum berbasis kompetensi, dokumen yang berhubungan dengan penyusunan format silabus dan penilaian. Data dikumpulkan dengan teknik : (a) kuesioner (untuk mendapatkan data awal) ; (b) wawancara mendalam ; (c) observasi, dan (d) mencatat arsip dan dokumen. Proses pengumpulan data sampai dengan penyusunan laporan dilakukan dengan siklus. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, yaitu antara sajian data, reduksi data dan verifikasi secara siklus.
Hasil penelitian dapat disimpulkan :
(1) pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Kompetensi masih rendah. Hal ini disebabkan sosialisasi yang tidak lancar, tidak merata dan tidak mendalam. Akibatnya masih banyak guru sejarah yang menjadi pekerja kurikulum, artinya banyak guru hanya terbiasa mengikuti apa yang sudah digariskan pemerintah dalam kurikulum. Pada hal dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi guru diharapkan berperan sebagai pengembang kurikulum yang dinamis, edukatif dan konstruktif. Sebaliknya dalam penataran mereka hanya diberi tahu cara mengisi format itu dan tidak mempelajari atau mensosialisasikan mengenai isi kurikulum secara utuh. Akibatnya rencana pembelajaran dibuat hanya untuk memenuhi persyaratan administratif, serta dalam pelaksanaannya yang terpenting asal proses pembelajaran berjalan ;
(2) penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMA Negeri Kota Gorontalo belum optimal. Hal ini terutama dalam pembuatan Program Pembelajaran, yakni Program Tahunan, Program Semester, serta Rencana Pembelajaran yang telah disusun tidak dilaksanakan dengan konsisten dalam proses pembelajaran. Sehingga Pembuatan Program Pembelajaran terkesan hanya memenuhi persyaratan administrasi yang ditandatangani oleh kepala sekolah. Di samping itu dalam proses pembelajaran guru sejarah masih didominasi oleh metode ceramah yang sudah dianggap mapan. Metode mengajar yang memungkinkan proses pembelajaran yang multi arah masih dirasakan menjadi beban. Demikian dengan sistem evaluasi yang dilaksanakan masih terbatas pada penilaian tertulis (pencil and paper test) itu pun hanya terfokus pada aspek kongnitif ;
(3) kesulitan yang dialami guru sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo terutama dalam memahami kurikulum. Kurikulum Berbasis Kompetensi dirasakan masih membinggungkan guru sejarah. Di samping itu fasilitas pembelajaran sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo sesuai tuntutan Kurikulum Berbasis Kompetensi belum dimiliki. Media pembelajaran seperti Slide, film, LCD dan internet, buku-buku yang relevan sebagai materi pembelajaran masih terbatas pada buku paket yang beredar di “pasaran” itu pun jumlahnya sangat terbatas, sehingga guru kesulitan dalam menerapkan tuntutan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam proses pembelajaran.
Hasil penelitian ini diharapkan sebagai masukan terhadap pengambil kebijakan bidang pendidikan terutama, Dinas Pendidikan Propinsi Gorontalo maupun Dinas Pendidikan Kota Gorontalo serta sekolah dalam pengembangan silabus, pembinaan, penataran, pelatihan maupun penilaian terhadap kurikulum berbasis kompetensi khususnya mata pelajaran sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo
Program Pascasarjana UNS : http://pps.uns.ac.id/
Online article: http://pps.uns.ac.id//mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=80
Jakarta, 26 September 2007
Sucipto Ardi
06-Desember-2006, 13:01:53
Sutrisno Mohamad, S8604006. 2006. Kurikulum Bebasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Gorontalo. Tesis : Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Tujuan penelitian adalah memperoleh deskripsi tentang: (a) pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo ; (b) penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo ; (c) Kesulitan yang dialami guru dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo.
Penelitian mengambil studi di SMA Negeri Kota Gorontalo dan dilaksanakan selama enam bulan yakni dari November 2005 sampai dengan April 2006.
Penelitian ini adalah penelitian dasar dalam bentuk studi kasus tunggal dan merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data : (a) informan, (b) tempat dan peristiwa, (c) arsip mengenai notulen hasil kerja MGMP, serta arsip notulen sosialisasi kurikulum berbasis kompetensi, dokumen yang berhubungan dengan penyusunan format silabus dan penilaian. Data dikumpulkan dengan teknik : (a) kuesioner (untuk mendapatkan data awal) ; (b) wawancara mendalam ; (c) observasi, dan (d) mencatat arsip dan dokumen. Proses pengumpulan data sampai dengan penyusunan laporan dilakukan dengan siklus. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, yaitu antara sajian data, reduksi data dan verifikasi secara siklus.
Hasil penelitian dapat disimpulkan :
(1) pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Kompetensi masih rendah. Hal ini disebabkan sosialisasi yang tidak lancar, tidak merata dan tidak mendalam. Akibatnya masih banyak guru sejarah yang menjadi pekerja kurikulum, artinya banyak guru hanya terbiasa mengikuti apa yang sudah digariskan pemerintah dalam kurikulum. Pada hal dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi guru diharapkan berperan sebagai pengembang kurikulum yang dinamis, edukatif dan konstruktif. Sebaliknya dalam penataran mereka hanya diberi tahu cara mengisi format itu dan tidak mempelajari atau mensosialisasikan mengenai isi kurikulum secara utuh. Akibatnya rencana pembelajaran dibuat hanya untuk memenuhi persyaratan administratif, serta dalam pelaksanaannya yang terpenting asal proses pembelajaran berjalan ;
(2) penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMA Negeri Kota Gorontalo belum optimal. Hal ini terutama dalam pembuatan Program Pembelajaran, yakni Program Tahunan, Program Semester, serta Rencana Pembelajaran yang telah disusun tidak dilaksanakan dengan konsisten dalam proses pembelajaran. Sehingga Pembuatan Program Pembelajaran terkesan hanya memenuhi persyaratan administrasi yang ditandatangani oleh kepala sekolah. Di samping itu dalam proses pembelajaran guru sejarah masih didominasi oleh metode ceramah yang sudah dianggap mapan. Metode mengajar yang memungkinkan proses pembelajaran yang multi arah masih dirasakan menjadi beban. Demikian dengan sistem evaluasi yang dilaksanakan masih terbatas pada penilaian tertulis (pencil and paper test) itu pun hanya terfokus pada aspek kongnitif ;
(3) kesulitan yang dialami guru sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo terutama dalam memahami kurikulum. Kurikulum Berbasis Kompetensi dirasakan masih membinggungkan guru sejarah. Di samping itu fasilitas pembelajaran sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo sesuai tuntutan Kurikulum Berbasis Kompetensi belum dimiliki. Media pembelajaran seperti Slide, film, LCD dan internet, buku-buku yang relevan sebagai materi pembelajaran masih terbatas pada buku paket yang beredar di “pasaran” itu pun jumlahnya sangat terbatas, sehingga guru kesulitan dalam menerapkan tuntutan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam proses pembelajaran.
Hasil penelitian ini diharapkan sebagai masukan terhadap pengambil kebijakan bidang pendidikan terutama, Dinas Pendidikan Propinsi Gorontalo maupun Dinas Pendidikan Kota Gorontalo serta sekolah dalam pengembangan silabus, pembinaan, penataran, pelatihan maupun penilaian terhadap kurikulum berbasis kompetensi khususnya mata pelajaran sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo
Program Pascasarjana UNS : http://pps.uns.ac.id/
Online article: http://pps.uns.ac.id//mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=80
Jakarta, 26 September 2007
Sucipto Ardi
Thesis non-UNJ
ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL CABANG GORONTALO TAHUN 1908 – 1942 SEBAGAI MATERI MUATAN LOKAL
Selasa, 19-Desember-2006, 11:45:58
Darwin Une, S8604001. 2006. Organisasi Pergerakan Nasional Cabang Gorontalo 1908 - 1942 Sebagai Materi Muatan Lokal Di SMA Negeri Gorontalo. Tesis : Program Studi Pendidikan Sejarah, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) peranan rakyat Gorontalo dalam membebaskan diri terhadap kolonialisme Belanda pada awal abad XVII, (2) peranan organisasi pergerakan nasional cabang Gorontalo menentang kolonialisme Belanda dari tahun 1908 hingga 1942, (3) materi muatan lokal sejarah perjuangan rakyat Gorontalo pada pengajaran sejarah di SMA Negeri Gorontalo, dan (4) guru-guru sejarah di SMA Negeri Gorontalo dan pejabat Dinas Pendidikan menanggapi sejarah lokal khusunya peranan rakyat Gorontalo dalam Pergerakan Nasional tahun1908 hingga 1942
Jenis penelitiannya adalah, penelitian deskriptif dengan paradigma kualitatif. Melalui paradigma kualitatif diharapkan penelitian ini dapat mendeskripsiskan berbagai informasi melalui pendekatan studi kasus tunggal terpancang. Teknik pengumpulan data baik untuk informasi data sejarah maupun data sekolah digunakan dengan wawancara mendalam (in-depth interviewing), observasi langsung, dan penggunaan dokumen serta arsip. Teknik cuplikan dalam penelitian ini lebih bersifat “Purposive Sampling”. Ini berarti bahwa informan yang dipilih dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data dan mengetahui masalah secara mendalam. Khusus informan di sekolah-sekolah dipilih guru-guru pengajar sejarah serta yang tahu tentang seluk beluk materi muatan lokal.
Untuk menjamin validitas data yang diperoleh dalam penelitian ini, digunakan teknik trianggulasi data atau sumber yang meliputi sumber lisan dan sumber tulisan, dan trianggulasi teori. Trianggulasi data dimaksudkan agar peneliti bisa mendapatkan data dari beberapa narasumber (manusia) yang berbeda-beda posisinya dengan teknik wawancara mendalam, guna untuk membandingkan informasi dari nara sumber yang satu dengan informasi dari narasumber lain. Trianggulasi teori dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan perspektif lebih dari satu teori dalam membahas permasalahan yang dikaji, misalnya suatu peristiwa yang terjadi dalam suatu masyarakat tidak hanya dikaji dari teori sosial saja, melainkan digunakan juga pandangan misalnya dari teori budaya, politik atau ekonomi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) peranan rakyat Gorontalo dalam membebaskan diri dari kolonialisme Belanda pada abad ke- 17 banyak tergantung pada raja-raja Gorontalo, meski demikian rakyat tidak pernah patah semangat mendukung perjuangan fisik tersebut. (2) peranan Berbagai Organisasi Pergerakan Cabang Gorontalo. seperti ; Sinar Budi, Partai Serikat Islam Indonesia,(PSII) dan lainnya, sangat berpengaruh pada perjuangan 23 Januari 1942 menyebabkan pemerintah kolonial Belanda terpaksa keluar dari bumi Gorontalo yang selanjutnya para pemimpin pergerakan berhasil mendirikan pemerintahan yang dikenal dengan Pucuk Pimpinan Pemerintahan Gorontalo (PPPG). (3) Materi muatan lokal khususnya sejarah perjuangan rakyat Gorontalo belum dimasukkan pada pengajaran sejarah di SMA Gorontalo. (4) Baik guru-guru pengajar sejarah di SMA maupun pihak Dinas Pendidikan Nasional Gorontalo menyambut baik atas kehadiran hasil penelitian tentang sejarah perjuangan rakyat Gorontalo menentang kolonialisme Belanda untuk dijadikan materi muatan lokal pada pengajaran sejarah.
Program Pascasarjana UNS : http://pps.uns.ac.id/
Online article: http://pps.uns.ac.id//mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=84
Jakarta, 26 September 2007
Sucipto Ardi
Selasa, 19-Desember-2006, 11:45:58
Darwin Une, S8604001. 2006. Organisasi Pergerakan Nasional Cabang Gorontalo 1908 - 1942 Sebagai Materi Muatan Lokal Di SMA Negeri Gorontalo. Tesis : Program Studi Pendidikan Sejarah, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) peranan rakyat Gorontalo dalam membebaskan diri terhadap kolonialisme Belanda pada awal abad XVII, (2) peranan organisasi pergerakan nasional cabang Gorontalo menentang kolonialisme Belanda dari tahun 1908 hingga 1942, (3) materi muatan lokal sejarah perjuangan rakyat Gorontalo pada pengajaran sejarah di SMA Negeri Gorontalo, dan (4) guru-guru sejarah di SMA Negeri Gorontalo dan pejabat Dinas Pendidikan menanggapi sejarah lokal khusunya peranan rakyat Gorontalo dalam Pergerakan Nasional tahun1908 hingga 1942
Jenis penelitiannya adalah, penelitian deskriptif dengan paradigma kualitatif. Melalui paradigma kualitatif diharapkan penelitian ini dapat mendeskripsiskan berbagai informasi melalui pendekatan studi kasus tunggal terpancang. Teknik pengumpulan data baik untuk informasi data sejarah maupun data sekolah digunakan dengan wawancara mendalam (in-depth interviewing), observasi langsung, dan penggunaan dokumen serta arsip. Teknik cuplikan dalam penelitian ini lebih bersifat “Purposive Sampling”. Ini berarti bahwa informan yang dipilih dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data dan mengetahui masalah secara mendalam. Khusus informan di sekolah-sekolah dipilih guru-guru pengajar sejarah serta yang tahu tentang seluk beluk materi muatan lokal.
Untuk menjamin validitas data yang diperoleh dalam penelitian ini, digunakan teknik trianggulasi data atau sumber yang meliputi sumber lisan dan sumber tulisan, dan trianggulasi teori. Trianggulasi data dimaksudkan agar peneliti bisa mendapatkan data dari beberapa narasumber (manusia) yang berbeda-beda posisinya dengan teknik wawancara mendalam, guna untuk membandingkan informasi dari nara sumber yang satu dengan informasi dari narasumber lain. Trianggulasi teori dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan perspektif lebih dari satu teori dalam membahas permasalahan yang dikaji, misalnya suatu peristiwa yang terjadi dalam suatu masyarakat tidak hanya dikaji dari teori sosial saja, melainkan digunakan juga pandangan misalnya dari teori budaya, politik atau ekonomi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) peranan rakyat Gorontalo dalam membebaskan diri dari kolonialisme Belanda pada abad ke- 17 banyak tergantung pada raja-raja Gorontalo, meski demikian rakyat tidak pernah patah semangat mendukung perjuangan fisik tersebut. (2) peranan Berbagai Organisasi Pergerakan Cabang Gorontalo. seperti ; Sinar Budi, Partai Serikat Islam Indonesia,(PSII) dan lainnya, sangat berpengaruh pada perjuangan 23 Januari 1942 menyebabkan pemerintah kolonial Belanda terpaksa keluar dari bumi Gorontalo yang selanjutnya para pemimpin pergerakan berhasil mendirikan pemerintahan yang dikenal dengan Pucuk Pimpinan Pemerintahan Gorontalo (PPPG). (3) Materi muatan lokal khususnya sejarah perjuangan rakyat Gorontalo belum dimasukkan pada pengajaran sejarah di SMA Gorontalo. (4) Baik guru-guru pengajar sejarah di SMA maupun pihak Dinas Pendidikan Nasional Gorontalo menyambut baik atas kehadiran hasil penelitian tentang sejarah perjuangan rakyat Gorontalo menentang kolonialisme Belanda untuk dijadikan materi muatan lokal pada pengajaran sejarah.
Program Pascasarjana UNS : http://pps.uns.ac.id/
Online article: http://pps.uns.ac.id//mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=84
Jakarta, 26 September 2007
Sucipto Ardi
PPs Pendidikan Sejarah UNS
Pendidikan Sejarah
I.PENDAHULUAN
Program Studi Pendidikan Saejarah sudah dibuka mulai tahun kuliah 1986/1987 bekerja sama dengan Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta sampai dengan tahun 2000/2001. Pada tahun kuliah 2001/2002 Program Studi Pendidikan Sejarah telah bergabung dengan Program Pascasarjana lainnya yang ada di Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Sejak berdiri sampai sekarang Program Studi Pendidikan Sejarah telah berusia 20
tahun; oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Sejarah Program Pascasarjana
UNS telah berpengalaman dalam mengelola mahasiswa baik secara kualitas maupun
kuantitas dan sampai saat ini telah meluluskan 257 Magister.
Tuntutan peningkatan kualitas, keefektifan, efisiensi, dnan relevansi pendidikan
harus sejalan dengan tuntutan peningkatan kualitas dari sumber daya manusia secara berkesinambungan. Untuk itu, diperlukan sikap belajar sepanjang hayat (life long education).
Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademis dan profesional di bidang sejarah, Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Sejarah di Universitas Sebelas Maret dirancang dengan kekhususan teknologi pendidikan sejarah untuk pengembangan sistem belajar mandiri. Para lulusan S2 Pendidikan Sejarah di Universitas Seblas Maret diproyeksikan sebagai sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademis dan profesional dalam bidang pendidikan, peneliti dan tenaga ahli di bidang sejarah. Kemampuan akademis dan profesional seperti itu sangat penting untuk dikuasai para dosen, widyaiswara, guru, kepala sekolah, pengawas/penilik, dan para pejabat lain yang turut bertanggung jawab (terkait) dalam pengembangan proses belajar mengajar di setiap lembaga pendidikan/pelatihan.
Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret telah disetujui bergabung dengan Program Studi lain yang ada di UNS dengan Ijin Penyelenggaraan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 1814/D/T/2001.
II. TUJUAN PENDIDIKAN
Program Pascasarjana (S2) Program Studi Pendidikan Sejarah bertujuan :
1. Mendidik mahasiswa menjadi pribadi yang memiliki integritas tinggi.
2. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan penampilan profesional di bidang pendidikan sejarah dalam spektrum yang luas.
3. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk memberikan layanan profesi melalui
penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat.
4. Mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menjadi peneliti mandiri yang mampu berpartisipasi dalam pembangunan di bidang ilmunya.
5. Mengembangkan sikap terbuka dan tanggap terhadap perkembangan ilmu dan masalah-masalah di masyarakat.
III. BEBAN DAN JANGKA WAKTU STUDI
Program Studi Pendidikan Sejarah (S2) Universitas Sebelas Maret diselenggarakan
dengan Sistem Kredit Semester yang berbobot 42 SKS. Studi direncanakan dapat
diselesaikan selama 4 (empat) semester.
IV. SARANA PENUNJANG
Untuk menunjang pelaksanaan studi selama dalam pendidikan, tersedia sarana-sarana :
1. Perpustakaan, meliputi:
a. Perpustakaan Pusat UNS, dan internet.
b. Perpustakaan Program Pascasarjana dan internet.
c. Perpustakaan FKIP UNS dan Fakultas lain dilingkungan UNS.
d. Perpustakaan Lembaga Penelitian UNS.
2. Laboratorium Bahasa Inggris (UPT-P2B).
3. Pusat Komputer UNS.
4. Pusat Pelayanan Internet UNS
V. PENDAFTARAN
A. Syarat pendaftaran.
Memiliki ijazah Sarjana (S1) bidang studi Pendidikan Sejarah atau bidang ilmu
lain yang sederajat.
B. Prosedur pendaftaran.
1. Membayar biaya pendaftaran dan seleksi masuk mahasiswa baru PPs. UNS sebesar Rp. 200.000,00 melalui rekening penampungan atas nama Direktur PPs. UNS (Prof.Drs. Haris Mudjiman, M.A., Ph.D.) di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang UNS No. 00191-01-50-000217-5.
2. Mengisi formulir pendaftaran dan seleksi masuk mahasiswa baru PPs. UNS yang
terlampir dalam leaflet ini.
3. Mengirimkan formulir pendaftaran dan seleksi masuk yang telah diisi tersebut
ke PPs. UNS dengan alamat: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Jl.
Ir. Sutami No. 36 A Surakarta 57126; Telp/Fax. (0271) 632450. Formulir tersebut
harus dilampiri fotokopi bukti setoran biaya pendaftaran dan seleksi mahasiswa
baru sebagaimana dimaksud pada butir (1) di atas.
4. Mengikuti tes masuk di kampus PPs. UNS. Menjelang pelaksanaan tes, calon
mahasiswa wajib menunjukkan bukti asli setoran biaya pendaftaran dan seleksi
mahasiswa baru sebagaimana dimaksud pada butir (1) di atas.
5. Setelah mengikuti tes masuk, calon mahasiswa mengisi formulir pendaftaran
mahasiswa baru PPs. UNS versi lengkap yang tersedia di kampus PPs. UNS. Formulir
tersebut dilampiri berkas (masing-masing rangkap dua) sebagai berikut:
a. Salinan ijasah sarjana (S1) dan transkrip akademik yang dilegalisir oleh
Fakultas/Universitas asal S1-nya bagi PTN, dan Kopertis bagi lulusan PTS, atau
yang berwenang
b. Surat rekomendasi dari pihak yang mengetahui kemampuan akademik calon, sedapat
mungkin Pembimbing Akademik (PA) atau dosen pembimbing skripsi.
c. Proyeksi keinginan calon dalam mengikuti program magister, yang berisi:
1) Alasan mengikuti program magister.
2) Harapan yang diinginkan dalam mengikuti program magister dan rencana yang
dilakukan setelah menyelesaikan program ini.
d. Daftar riwayat hidup (curriculum vitae).
e. Surat ijin belajar tertulis dari instansi tempat bekerja (bagi yang sudah
bekerja).
f. Surat keterangan sehat dari dokter.
g. Surat keterangan jaminan sanggup membiayai studinya sampai selesai baik dari
diri sendiri maupun dari instansi tempat kerja atau sponsor.
h. Amplop panjang berperangko Rp 5.000,00 dengan alamat lengkap calon mahasiswa
untuk memberitahu hasil seleksi masuk.
6. Mengirimkan formulir berikut kelengkapannya tersebut ke PPs. UNS.
C. Waktu Pendaftaran, Seleksi dan Pengumuman
1. Pendaftaran dibuka setiap hari kerja di kampus PPs. UNS, dari pukul 08.00
hingga 13.00 WIB.
2. Tes masuk dilaksanakan di kampus PPs. UNS setiap hari Sabtu minggu ke-4,
pukul 09.00 WIB hingga selesai. Materi tes berupa Tes Potensi Akademik (TPA)
dan Bahasa Inggris.
3. Pengumuman hasil seleksi dikirim kepada calon mahasiswa setelah yang bersangkutan
melengkapi persyaratan administrasi yang telah ditentukan. Pengumuman juga dapat
ditanyakan ke PPs. UNS, baik secara langsung maupun melalui telepon.
4. Perkuliahan dapat diselenggarakan apabila diikuti oleh minimal 10 orang mahasiswa.
D. Dasar Pertimbangan Penerimaan
1. Kelengkapan persyaratan administrasi.
2. Hasil tes.
3. Kemampuan akademik S1.
4. Calon mahasiswa dengan yudisium S1 cumlaude diterima tanpa tes.
VI. MASA AWAL PERKULIAHAN
Pendidikan magister PPs UNS dibuka dua kali dalam satu tahun, yaitu periode
I (September – Januari) yang dimulai bulan September dan periode II (Februari
– Juni) yang dimulai bulan Februari. Mahasiswa yang memulai perkuliahan
pada periode II langsung menempuh mata kuliah semester II (genap) bersama-sama
dengan mahasiswa yang telah memulai perkuliahan periode I.
VII. BIAYA PENDIDIKAN
Calon peserta yang lulus seleksi dan diterima di PPs UNS diwajibkan membayar:
1. Biaya pendidikan sebesar Rp. 2.500.000,00 per semester.
2. Dana Bantuan Pengembangan Institusi (BPI) sebesar Rp. 1.500.000,00 (dapat
diangsur maksimal tiga kali).
3. Biaya pendidikan dan BPI tersebut dibayarkan melalui rekening penampungan
atas nama Direktur PPs. UNS (Prof. Drs. Haris Mudjiman, M.A., Ph.D.) di Bank
Tabungan Negara (BTN) Cabang UNS No. 00191-01-50-000217-5.
VIII. TENAGA PENGAJAR & PENGELOLA
A. Tenaga Pengajar
1. Dr. Suyatno Kartodirdjo
2. Prof. Dr. Herman J. Waluyo
3. Prof. Dr. Sugiyanto
4. Prof. Dr. Sri Yutmini
5. Prof. HB. Sutopo, M.Sc., M.Sc., Ph.D.
6. Prof. Dr. H. Djoko Suryo
7. Dra. Siswandari, M.Stat
8. Drs. Hermanu Joebagio, M.Pd
9. Dra Sutiyah, M.Pd., M.Hum
10. Dra. Sri Haryati, M.Pd
11. Drs. Leo Agung S., M.Pd.
12. Drs. Saiful Bachri, M.Pd
B. Pengelola
Program Studi
1. Ketua : Dr. Suyatno Kartodirdjo
2. Sekretaris : Dra. Sutiyah, M.Pd., M.Hum
Sumber : http://pasca.uns.ac.id/mod.php?mod=userpage&menu=410&page_id=14
Jakarta, 26 September 2007
Sucipto Ardi
I.PENDAHULUAN
Program Studi Pendidikan Saejarah sudah dibuka mulai tahun kuliah 1986/1987 bekerja sama dengan Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta sampai dengan tahun 2000/2001. Pada tahun kuliah 2001/2002 Program Studi Pendidikan Sejarah telah bergabung dengan Program Pascasarjana lainnya yang ada di Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Sejak berdiri sampai sekarang Program Studi Pendidikan Sejarah telah berusia 20
tahun; oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Sejarah Program Pascasarjana
UNS telah berpengalaman dalam mengelola mahasiswa baik secara kualitas maupun
kuantitas dan sampai saat ini telah meluluskan 257 Magister.
Tuntutan peningkatan kualitas, keefektifan, efisiensi, dnan relevansi pendidikan
harus sejalan dengan tuntutan peningkatan kualitas dari sumber daya manusia secara berkesinambungan. Untuk itu, diperlukan sikap belajar sepanjang hayat (life long education).
Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademis dan profesional di bidang sejarah, Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Sejarah di Universitas Sebelas Maret dirancang dengan kekhususan teknologi pendidikan sejarah untuk pengembangan sistem belajar mandiri. Para lulusan S2 Pendidikan Sejarah di Universitas Seblas Maret diproyeksikan sebagai sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademis dan profesional dalam bidang pendidikan, peneliti dan tenaga ahli di bidang sejarah. Kemampuan akademis dan profesional seperti itu sangat penting untuk dikuasai para dosen, widyaiswara, guru, kepala sekolah, pengawas/penilik, dan para pejabat lain yang turut bertanggung jawab (terkait) dalam pengembangan proses belajar mengajar di setiap lembaga pendidikan/pelatihan.
Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret telah disetujui bergabung dengan Program Studi lain yang ada di UNS dengan Ijin Penyelenggaraan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 1814/D/T/2001.
II. TUJUAN PENDIDIKAN
Program Pascasarjana (S2) Program Studi Pendidikan Sejarah bertujuan :
1. Mendidik mahasiswa menjadi pribadi yang memiliki integritas tinggi.
2. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan penampilan profesional di bidang pendidikan sejarah dalam spektrum yang luas.
3. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk memberikan layanan profesi melalui
penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat.
4. Mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menjadi peneliti mandiri yang mampu berpartisipasi dalam pembangunan di bidang ilmunya.
5. Mengembangkan sikap terbuka dan tanggap terhadap perkembangan ilmu dan masalah-masalah di masyarakat.
III. BEBAN DAN JANGKA WAKTU STUDI
Program Studi Pendidikan Sejarah (S2) Universitas Sebelas Maret diselenggarakan
dengan Sistem Kredit Semester yang berbobot 42 SKS. Studi direncanakan dapat
diselesaikan selama 4 (empat) semester.
IV. SARANA PENUNJANG
Untuk menunjang pelaksanaan studi selama dalam pendidikan, tersedia sarana-sarana :
1. Perpustakaan, meliputi:
a. Perpustakaan Pusat UNS, dan internet.
b. Perpustakaan Program Pascasarjana dan internet.
c. Perpustakaan FKIP UNS dan Fakultas lain dilingkungan UNS.
d. Perpustakaan Lembaga Penelitian UNS.
2. Laboratorium Bahasa Inggris (UPT-P2B).
3. Pusat Komputer UNS.
4. Pusat Pelayanan Internet UNS
V. PENDAFTARAN
A. Syarat pendaftaran.
Memiliki ijazah Sarjana (S1) bidang studi Pendidikan Sejarah atau bidang ilmu
lain yang sederajat.
B. Prosedur pendaftaran.
1. Membayar biaya pendaftaran dan seleksi masuk mahasiswa baru PPs. UNS sebesar Rp. 200.000,00 melalui rekening penampungan atas nama Direktur PPs. UNS (Prof.Drs. Haris Mudjiman, M.A., Ph.D.) di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang UNS No. 00191-01-50-000217-5.
2. Mengisi formulir pendaftaran dan seleksi masuk mahasiswa baru PPs. UNS yang
terlampir dalam leaflet ini.
3. Mengirimkan formulir pendaftaran dan seleksi masuk yang telah diisi tersebut
ke PPs. UNS dengan alamat: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Jl.
Ir. Sutami No. 36 A Surakarta 57126; Telp/Fax. (0271) 632450. Formulir tersebut
harus dilampiri fotokopi bukti setoran biaya pendaftaran dan seleksi mahasiswa
baru sebagaimana dimaksud pada butir (1) di atas.
4. Mengikuti tes masuk di kampus PPs. UNS. Menjelang pelaksanaan tes, calon
mahasiswa wajib menunjukkan bukti asli setoran biaya pendaftaran dan seleksi
mahasiswa baru sebagaimana dimaksud pada butir (1) di atas.
5. Setelah mengikuti tes masuk, calon mahasiswa mengisi formulir pendaftaran
mahasiswa baru PPs. UNS versi lengkap yang tersedia di kampus PPs. UNS. Formulir
tersebut dilampiri berkas (masing-masing rangkap dua) sebagai berikut:
a. Salinan ijasah sarjana (S1) dan transkrip akademik yang dilegalisir oleh
Fakultas/Universitas asal S1-nya bagi PTN, dan Kopertis bagi lulusan PTS, atau
yang berwenang
b. Surat rekomendasi dari pihak yang mengetahui kemampuan akademik calon, sedapat
mungkin Pembimbing Akademik (PA) atau dosen pembimbing skripsi.
c. Proyeksi keinginan calon dalam mengikuti program magister, yang berisi:
1) Alasan mengikuti program magister.
2) Harapan yang diinginkan dalam mengikuti program magister dan rencana yang
dilakukan setelah menyelesaikan program ini.
d. Daftar riwayat hidup (curriculum vitae).
e. Surat ijin belajar tertulis dari instansi tempat bekerja (bagi yang sudah
bekerja).
f. Surat keterangan sehat dari dokter.
g. Surat keterangan jaminan sanggup membiayai studinya sampai selesai baik dari
diri sendiri maupun dari instansi tempat kerja atau sponsor.
h. Amplop panjang berperangko Rp 5.000,00 dengan alamat lengkap calon mahasiswa
untuk memberitahu hasil seleksi masuk.
6. Mengirimkan formulir berikut kelengkapannya tersebut ke PPs. UNS.
C. Waktu Pendaftaran, Seleksi dan Pengumuman
1. Pendaftaran dibuka setiap hari kerja di kampus PPs. UNS, dari pukul 08.00
hingga 13.00 WIB.
2. Tes masuk dilaksanakan di kampus PPs. UNS setiap hari Sabtu minggu ke-4,
pukul 09.00 WIB hingga selesai. Materi tes berupa Tes Potensi Akademik (TPA)
dan Bahasa Inggris.
3. Pengumuman hasil seleksi dikirim kepada calon mahasiswa setelah yang bersangkutan
melengkapi persyaratan administrasi yang telah ditentukan. Pengumuman juga dapat
ditanyakan ke PPs. UNS, baik secara langsung maupun melalui telepon.
4. Perkuliahan dapat diselenggarakan apabila diikuti oleh minimal 10 orang mahasiswa.
D. Dasar Pertimbangan Penerimaan
1. Kelengkapan persyaratan administrasi.
2. Hasil tes.
3. Kemampuan akademik S1.
4. Calon mahasiswa dengan yudisium S1 cumlaude diterima tanpa tes.
VI. MASA AWAL PERKULIAHAN
Pendidikan magister PPs UNS dibuka dua kali dalam satu tahun, yaitu periode
I (September – Januari) yang dimulai bulan September dan periode II (Februari
– Juni) yang dimulai bulan Februari. Mahasiswa yang memulai perkuliahan
pada periode II langsung menempuh mata kuliah semester II (genap) bersama-sama
dengan mahasiswa yang telah memulai perkuliahan periode I.
VII. BIAYA PENDIDIKAN
Calon peserta yang lulus seleksi dan diterima di PPs UNS diwajibkan membayar:
1. Biaya pendidikan sebesar Rp. 2.500.000,00 per semester.
2. Dana Bantuan Pengembangan Institusi (BPI) sebesar Rp. 1.500.000,00 (dapat
diangsur maksimal tiga kali).
3. Biaya pendidikan dan BPI tersebut dibayarkan melalui rekening penampungan
atas nama Direktur PPs. UNS (Prof. Drs. Haris Mudjiman, M.A., Ph.D.) di Bank
Tabungan Negara (BTN) Cabang UNS No. 00191-01-50-000217-5.
VIII. TENAGA PENGAJAR & PENGELOLA
A. Tenaga Pengajar
1. Dr. Suyatno Kartodirdjo
2. Prof. Dr. Herman J. Waluyo
3. Prof. Dr. Sugiyanto
4. Prof. Dr. Sri Yutmini
5. Prof. HB. Sutopo, M.Sc., M.Sc., Ph.D.
6. Prof. Dr. H. Djoko Suryo
7. Dra. Siswandari, M.Stat
8. Drs. Hermanu Joebagio, M.Pd
9. Dra Sutiyah, M.Pd., M.Hum
10. Dra. Sri Haryati, M.Pd
11. Drs. Leo Agung S., M.Pd.
12. Drs. Saiful Bachri, M.Pd
B. Pengelola
Program Studi
1. Ketua : Dr. Suyatno Kartodirdjo
2. Sekretaris : Dra. Sutiyah, M.Pd., M.Hum
Sumber : http://pasca.uns.ac.id/mod.php?mod=userpage&menu=410&page_id=14
Jakarta, 26 September 2007
Sucipto Ardi
Kuliah PS-2
JADWAL PERKULIAHAN PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
SEMESTER GANJIL 2007/2008
PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN SEJARAH
(1 September– 31 Desember 2007)
Senin
08.00-10.15 : PPs 501 Filsafat Ilmu I (3 sks)*)
Dr. Sunaryo, M.Si, R. 304
10.30-12.45 : PPs 509 : Orientasi baru dlm Psikologi (3 sks)*
Prof.Dr.Conny R.Semiawan/Dr.Yufiarti, R. 104
13.00-15.15 : PPs 502 Metodologi Penelitian (3 sks)*
Dr. Hartati Muchtar, M.Pd, R. 109
Jum’at
13.00-15.15 : PPs Filsafat dan Metodologi Sejarah (3sks)
Prof.Dr.Leuriza, R. 107
Catatan:
*)Perkuliahan digabung dengan S-2 TP
Jakarta, 24 September 2007
Sucipto Ardi
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
SEMESTER GANJIL 2007/2008
PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN SEJARAH
(1 September– 31 Desember 2007)
Senin
08.00-10.15 : PPs 501 Filsafat Ilmu I (3 sks)*)
Dr. Sunaryo, M.Si, R. 304
10.30-12.45 : PPs 509 : Orientasi baru dlm Psikologi (3 sks)*
Prof.Dr.Conny R.Semiawan/Dr.Yufiarti, R. 104
13.00-15.15 : PPs 502 Metodologi Penelitian (3 sks)*
Dr. Hartati Muchtar, M.Pd, R. 109
Jum’at
13.00-15.15 : PPs Filsafat dan Metodologi Sejarah (3sks)
Prof.Dr.Leuriza, R. 107
Catatan:
*)Perkuliahan digabung dengan S-2 TP
Jakarta, 24 September 2007
Sucipto Ardi
Pengumuman
Dengan hormat,
Rekan-rekan mahasiswa PPs Pend. Sejarah UNJ Tahun Akademik 2007/2008, dapat ikut serta dalam blog ini. Dan, yang diperkenankan adalah posting :
1. Hasil resume kuliah
2. Pemikiran/gagasan/opini
3. Informasi terkait perkuliahan
4. Usaha komunikasi sillatrurahmi
5. Pertanyaan
6. Cerita lucu
7. Teka-teki
Terpenting dalam posting adalah tidak ada unsur SARA, porno, dan kekerasan. Setelah membuat posting, penulis membubuhkan nama pada bagian bawah diakhir tulisannya. ID dan Password segera diinformasikan.
Terima kasih
Jakarta, 24 September 2007
Sucipto Ardi
Rekan-rekan mahasiswa PPs Pend. Sejarah UNJ Tahun Akademik 2007/2008, dapat ikut serta dalam blog ini. Dan, yang diperkenankan adalah posting :
1. Hasil resume kuliah
2. Pemikiran/gagasan/opini
3. Informasi terkait perkuliahan
4. Usaha komunikasi sillatrurahmi
5. Pertanyaan
6. Cerita lucu
7. Teka-teki
Terpenting dalam posting adalah tidak ada unsur SARA, porno, dan kekerasan. Setelah membuat posting, penulis membubuhkan nama pada bagian bawah diakhir tulisannya. ID dan Password segera diinformasikan.
Terima kasih
Jakarta, 24 September 2007
Sucipto Ardi
Sebuah Permulaan.....
Assalamualaikum, salam sejahtera bagi kita semua.
Kebutuhan akan kontinuitas untuk menyadari dan mengukuhkan suatu identitas merupakan hal yang alami pada diri manusia, juga kelompok manusia. Hal alami tersebut memang ada dengan sendirinya, maupun diciptakan oleh orang atau sekelompok orang yang peduli akan sebuah identitas.
Kesadaran akan eksistensi kelompok itu, dapat dibangun melalui banyak cara. Salah satu yang menjembatani ke arah sana, adalah melalui komunikasi. Dunia tanpa batas, membuka kesempatan untuk jauh lebih baik dalam berkomunikasi (baca : sillaturahmi) antar individu.
Dimensi komunikasi dan silaturahmi dalam era teknologi dapat diwujudkan dengan internet. Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah UNJ angkatan ke-2, berasal dari wilayah yang tersebar dalam wilayah Indonesia. Dengan hadirnya blog ini, harapan menuju kekompakan atau kebersamaan, seyogyanya dapat berjalan baik. Dan, semua bergantung kepada kita semua.
Demikian, besar harapan blog ini dapat berdampak positif bagi mahasiswa pendidikan sejarah, serta para pembaca yang budiman. Wassalam.
Jakarta, 24 September 2007
Sucipto Ardi
Langganan:
Postingan (Atom)
