<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921</id><updated>2011-04-21T11:43:10.002-07:00</updated><category term='Model Thesis'/><category term='Pendidikan Indonesia'/><category term='Paradigma Pembelajaran'/><category term='Picture Kita'/><category term='Pendidikan IPS'/><title type='text'>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</title><subtitle type='html'>Forum Diskusi, Publikasi Pemikiran, dan Jaringan Sillaturahmi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-2489439951739906248</id><published>2008-07-04T21:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T21:15:53.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Indonesia'/><title type='text'>PENDIDIKAN BUKAN SEKEDAR MEMBANGUN INTELEKTUALITAS</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;FKIP | 22 Mei 2007 | 09:13:40 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan bukan sekedar membangun intelektualitas, tetapi pendidikan seharusnya juga merupakan proses pemanusiaan, pemberadaban, penyejahteraan, pemersatuan, pengembangan kepribadian, serta ketaqwaan. Demikian kira-kira benang merah seminar nasional tentang pendidikan denga tema “KH Dewantara, KH Ahmad Dahlan, dan Driyarkara: Merevitalisasikan dan Mencari Sinergi Ide Tokoh-tojoh Besar Pendidikan bagi Visi Pendidikan yang Kebhinekaan Khas Indonesia” yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Sanata Dharma Sabtu (19/5) di Ruang Koendjono Lt. 4 Gedung Pusat Kampus 2 Mrican.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir sebagai nara sumber seminar adalah Prof. Dr. Alois Agus Nugroho (Direktur Pascasarjana UAJ), Prof. Dr. Djohar, M.S. (Rektor UST), Dr. Bustami Subhan, M.S. (Direktur Pascasarjana UAD), Dr. Paul Suparno, S.J., MST (Dosen FKIP USD), dan Prof. Dr. Diana Nomida Musnir (Direktur Pascasarjana UNJ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Djohar yang membahas kontribusi KH Dewantara mengemukaan bahwa pendidikan bukan sekedar mendidik anak menjadi pandai. Orientasi hendaknya juga ditekankan untuk membangun manusia sosial budaya. Artinya pendidikan bukan menghasilkan manusia yang egosi tetapi yang berempati, bersimpati, dan tidak mementingkan kepentingan diri mereka sendiri. Oleh karena itu semangat “tut wuri handayani “ atau pendampingan senantiasa dikedepankan agar internalisasi nilai-nilai dalam pendidikan dapat optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Prof. Agus mencermati bahwa kehidupan masyarakat Indonesia dapat diidentikkan dengan efek kupu-kupu. Satu peristiwa mempengaruhi peristiwa yang lain. Dia mengambil contoh efek smack down atau sinetron bagi kehidupan anak-anak didik kita. Dengan demikian sebenarnya efek kupu-kupu ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu kehidupan manusia untuk pemberadaban atau humanisasi, meminjam istilah Drijarkara. Prof. Agus menilai bahwa gagasan Drijarkara tentang pendidikan sebagai upaya kompleks untuk memasukkan anak didik ke dalam kebudayaan atau memasukkan kebudayaan ke dalam anak didik menjadi sangat penting. Artinya, pendidikan tidak sekedar dilihat dari bagaimana membangun intelektualitas tetapi internalisasi nilai-nilai budaya dan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Dr.Bustami yang mencoba menjabarkan visi pendidkan menurut KH Ahmad Dahlan. Beliau menilai bahwa pendidikan sebenarnya juga merupakan bentuk ibadah dan tempat menempa anak didik agar mampu memberikan sumbangan dan amal yang nyata bagi kesejahteraan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didasari pada visi pendidikan Indonesia, Dr. Paul Suparnao dan Prof. Dr. Diana menekankan bahwa pendidikan harus diperjuangkan semaksimal mungkin untuk kepentingan pembangunan dan pemersatuan bangsa. Unsur kebhinekaan harus benar-benar mendapat tempat yang utama di tengah – tengah krisis kebangsaan ini. Pendidikan tidak boleh eksklusif, dibatasi dengan diskriminasi, serta memberikan tempat bagi keberagaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: http://www.usd.ac.id/06/news.php?v=w&amp;a=399&amp;fp=a)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-2489439951739906248?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/2489439951739906248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=2489439951739906248&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/2489439951739906248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/2489439951739906248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2008/07/pendidikan-bukan-sekedar-membangun.html' title='PENDIDIKAN BUKAN SEKEDAR MEMBANGUN INTELEKTUALITAS'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-1947043792903882272</id><published>2008-07-04T21:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T21:13:59.916-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Indonesia'/><title type='text'>Wacana Baru Pendidikan Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jumat, 09 November 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu terakhir, Indonesia disibukkan oleh aneka ujian untuk sekolah-sekolah tingkat pendidikan menengah dan atas. Dari tahun ke tahun pula, pergantian kurikulum dan sistem pendidikan di Indonesia pun menjadi polemik yang menimbulkan pro dan kontra di hampir setiap kalangan masyarakat. Menteri, pengamat pendidikan, mahasiswa, bahkan sampai ibu-ibu rumah tangga ikut berkomentar tentang hal ini. Sebuah pemandangan yang cukup mengherankan. Ada apa dengan dunia pendidikan Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah pendidikan Indonesia dari masa ke masa, kita akan melihat berbagai kepentingan yang menjadi penumpang gelap pendidikan. Suatu ketika pernah pendidikan kita diboncengi oleh kepentingan politik, atau terkadang pula dipinjam sebagai kedok industrialisasi pendidikan yang memiliki pemahaman kapitalis bahwa pendidikan adalah uang. Atau hal-hal lain yang sebagian masyarakat Indonesia menengah ke bawah menjadi terlalu lelah untuk mencernanya. Lalu apa sebenarnya visi pendidikan itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari defenisi “Pendidikan” adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan manusia. Cerdas yang memiliki defenisi sempurna perkembangan akal budinya. Indonesia pun tak muluk-muluk mencantumkannya di dalam pembukaan UUD 1945 bahwa salah satu tujuan pembangunan nasional adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Lantas bagaimana perkembangannya setelah 62 tahun berjalan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita lihat, semakin lama pendidikan Indonesia semakin tidak jelas arahnya. Kita dapat melihat dari lingkungan kita sendiri, bahwa saat ini anak-anak sekolah seakan seperti “terpaksa” untuk mengikuti perhelatan pendidikan. Yang ada hanyalah ketakutan, keterpaksaan, atau bisa jadi hanya rutinitas belaka tanpa semangat untuk menjadi cerdas. Demikian pula sistem perkuliahan di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut menjadi serba cepat tetapi tidak tepat. Tidak semua memang, tetapi pada umumnya demikian. Diakui bahwa sistem pendidikan dahulu dan sekarang sudah jauh berubah, tetapi itu adalah sesuatu yang memang harus dilakukan karena berbedanya kebutuhan dan keadaan zaman. Visi tentu tak akan tercapai tanpa misi yang jelas dan terarah. Lalu bagaimana sebenarnya misi yang tepat untuk pendidikan kita ? Tidak bisa dipastikan atau dibakukan, karena memang banyak sekali rancangan yang bisa dibentuk secara bersama-sama demi perbaikan sistem pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermacam tokoh dan pengamat pendidikan telah berusaha menyumbangkan ide dan gagasannya untuk pendidikan Indonesia. Di dalam buku “Menggagas Paradigma Baru Pendidikan” dengan editor Sindhunata, yang berisi kumpulan tulisan dan opini dari berbagai tokoh pendidikan, disebutkan tentang paradigma lama dan baru pendidikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Paradigma lama, “Pendidikan adalah tanggung jawab sekolah dan para pengelola institusi pendidikan. Lepas tanggung jawab macam ini akhirnya membuat pendidikan kita remuk dan tak mempunyai masa depan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Paradigma baru, “pendidikan harus dikembalikan kepada masyarakat dan anggota masyarakat bersama-sama memikul tanggung jawab pendidikan anak-anaknya” (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Guru Besar Tetap pada Universitas Negeri Jakarta, Diana Nomida Musnir,  memberikan gagasan tentang konsep pendidikan masa depan. Kalau sebelumnya, paradigma lama pendidikan akan membentuk manusia robot dan cenderung KKN karena prosesnya mengajarkan demikian, seperti di antaranya formalitas melampaui hakiki, administrasi pengendalian kreasi, pendekatan peraturan membunuh kreativitas, birokrasi mengendalikan fungsi, dan kebocoran dana karena pendekatan formalitas. Maka dengan paradigma baru pendidikan yang berorientasi masa depan, akan terbentuk manusia cerdas, arif/taqwa, dan terampil. Tentu saja semuanya dirancang dalam kurikulum pendidikan nasional. Beliau juga menyebutkan bahwa pengembangan sistem pendidikan nasional ke depan akan menghadapi berbagai masalah yang mendasar. Untuk berikutnya perlu dilakukan pendekatan futuristic-fundamental-scientific. Prinsip futuristic akan mengarahkan kepada kondisi masa depan bangsa, fundamental akan menjamin agar tidak selalu berubah karena hal-hal yang tidak mendasar, dan scientific akan menjamin akuntabilitas dan akseptabilitas program karena aspek scientific menjamin adanya objektivitas dari kenyataan dan kebenaran yang ditelaahnya (2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Andi Hakim Nasoetion, berdasarkan firman Allah swt bahwa ilmu ini diajarkan Allah Yang Maha Kuasa kepada manusia melalui akal manusia (QS. Al-alaq : 5). Dan sebagai bekal agar dapat mengelola bumi ini dengan sebaik-baiknya selaku pewarisnya *QS. Al-baqarah : 30-31). Beliau juga menyatakan bahwa rambu lain yang terpenting adalah untuk tidak memulai perubahan sistem dan kurikulum, sebelum para gurunya dipersiapkan dengan seksama (3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa gagasan dari tokoh pendidikan Indonesia. Jika ditanya pendapat saya sebagai seorang sarjana teknik kimia, merancang sistem pendidikan Indonesia ini hampir mirip seperti saat kita akan membuat sebuah produk. Saat itu kita tidak serta-merta membuat rancangan, tetapi terlebih dahulu membuat pra rancangan dengan blue print dari proses pembuatan produk tersebut, proses mana yang paling efektif dan ekonomis di antara proses-proses lainnya. Kemudian setelah produk itu jadi, tentu tidak serta-merta pula kita pasarkan, kita lakukan uji terlebih dahulu, layak atau tidak untuk dipasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan pun dapat dirancang sedemikian rupa menjadi lebih baik. Tetapi saya rasa diperlukan semacam tim khusus yang melibatkan semua kalangan masyarakat baik kalangan pejabat, pendidik, orang tua, maupun mahasiswa, dalam artian pendidikan ini adalah milik kita bersama. Bicara tentang pendidikan bukanlah hal yang mudah dan sepele karena output pendidikan adalah calon pemimpin bangsa ini kelak, maka sistem yang akan mengeluarkan calon tersebut pun haruslah tepat sasaran. Selanjutnya, perlu dilakukan peningkatan kualitas dan kesiapan dari para pengelola pendidikan ketika rancangan sistem pendidikan tersebut telah rampung. Jadi tidak langsung diterapkan, bisa jadi dilakukan seminar dan pelatihan untuk hal tersebut dan persiapan ini mungkin akan memakan waktu tahunan untuk selanjutnya diturunkan ke sekolah-sekolah.. Kemudian tidak lupa pula dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dari pemerintah. Kita tak perlu membohongi diri, memang sarana dan prasarana saat ini sangat jauh dari memadai. Akhirnya, ketika visi dan misi telah jelas, sistem telah rampung, dan semua perangkat pendidikan sudah siap, maka pendidikan Indonesia akan memiliki wacana baru masa depan yakni kecerdasan masa depan yang global. Diharapkan keluaran dari pendidikan Indonesia mampu menjadi para solution maker untuk bangsanya, bukan problem maker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sindhunata. Menggagas Paradigma Baru Pendidikan, Demokratisasi, Otonomi, Civil Society, Globalisasi.&lt;br /&gt;   2. Musnir, Diana Nomida. Arah Pendidikan Nasional dalam Perspektif Historis.&lt;br /&gt;   3. Nasoetion, Andi Hakim. Ilmu untuk Kehidupan dan Penghidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: http://www.sman2mks.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=685&amp;Itemid=86)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-1947043792903882272?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/1947043792903882272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=1947043792903882272&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/1947043792903882272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/1947043792903882272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2008/07/wacana-baru-pendidikan-indonesia.html' title='Wacana Baru Pendidikan Indonesia'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-1133586829099357742</id><published>2008-07-04T21:11:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T21:12:17.564-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Paradigma Pembelajaran'/><title type='text'>Banyak Guru Belum Paham Paradigma Pembelajaran</title><content type='html'>Pergeseran paradigma proses pendidikan, menurut pakar pendidikan Diana Nomida Musnir, agaknya belum dipahami sepenuhnya oleh para pendidik di Indonesia. Perubahan paradigma dari 'pengajaran' ke 'pembelajaran' merupakan perpindahan pusat proses pendidikan dari guru ke murid, dari transfer pengetahuan ke transformasi pengetahuan. Pasalnya, guru sendiri belum siap dengan kondisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya, akhir-akhir ini karena ramai isu kenaikan BBM, kita sering dengar istilah 'barrel' tapi nggak paham tentang istilah itu," ujar Diana dalam Workshop Nasional Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial Di Sekolah di Jakarta, Sabtu (17/5). Diana sempat menanyakan makna 'barrel' ke para peserta workshop namun ternyata banyak yang tidak mengetahuinya. Oleh karena itu, menurut Diana, perubahan paradigma tersebut meminta para guru untuk memperkaya diri terlebih dahulu sehingga anak didik memperoleh wawasan yang kaya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kita mengharapkan anak didik kita utuh kalau kita sendiri tidak utuh dan tidak belar untuk utuh? Ini bisa dapat dicapai bukan dengan pembelajaran monodisiplin, multi maupun inter, tapi transdisiplin," ujar Diana. Selain itu, pada faktanya kebutuhan murid belum dijadikan sentral oleh para guru supaya potensi murid dapat digali secara optimal. "Kita ini adalah pelayan anak. tapi sampai sekarang ini, kita banyakan menuntun anak atau malah menuntut," tandas Diana.&lt;br /&gt;Proses pembelajaran harus dikembangkan menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, atau yang biasa disebut PAKEM. Secara aktif, guru harus belajar memberi umpan balik, mengajukan pertanyaan yang menantang atau mempertanyakan siswa. Secara kreatif, guru harus mampu mengembangkan kegiatan yang beragam dengan alat bantu yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tantangan biasanya adalah alat bantu yang mahal lah atau apa, tapi sebenarnya guru bisa mulai dengan sederhana, memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita untuk menantang murid kreatif. Murid yang kreatif itu yang bisa merancang membuat sesuatu, menulis dan mengarang," tukas Diana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk membuat sesuatu yang menyenangkan, guru harus belajar untuk tidak membuat anak takut ketika salah atau tidak menganggapnya remeh. Caranya yang sederhana, menurut Diana, melalui raut muka yang tidak segera berubah ketika anak salah menjawab sehingga anak tersebut tidak takut lagi mengeluarkan pendapatnya dalam kesempatan lain. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: http://www.erlangga.co.id/blog/viewtopic.php?p=403&amp;sid=9f012adee7bdb2268b788d48a33e45b7)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-1133586829099357742?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/1133586829099357742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=1133586829099357742&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/1133586829099357742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/1133586829099357742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2008/07/banyak-guru-belum-paham-paradigma.html' title='Banyak Guru Belum Paham Paradigma Pembelajaran'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-338003909190023632</id><published>2008-07-04T21:08:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T21:10:51.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan IPS'/><title type='text'>MEMBANGUN SPIRITUALISME DALAM PENDIDIKAN IPS</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[ Redaksi -  21 Mei 2008]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan IPS sangat erat kaitannya dengan pendidikan karakter atau pendidikan nilai. Dengan demikian, Pendidikan IPS dapat membantu upaya pembentukan akhlak dan martabat bangsa. Sayangnya, pelaksanaan pendidikan, khususnya pendidikan dan pembelajaran IPS umumnya masih hafalan, dan tidak kontekstual. Bahkan, pendidikan kita cenderung intektual dan menekankan pada kecerdasan intektual belaka. Perkembangan dari kecenderungan ini dipengaruhi adanya pola pikir negara-begara maju, yang lebih berorientasi pada inovasi dan eksperimentasi yang bersifat teknologis, tetapi kurang membangun perspektif  tujuan dan kebutuhan asasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Sardiman, AM, M.Pd., pada seminar nasional bertajuk “Membangun Spritualisme dalam Pendidikan IPS dan Diskusi Telaah Kurikulum IPS” di Hotel Saphir, Yogyakarta, Sabtu (10/5). Hadir sebagai pembicara lainnya, Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Banten, Prof. Dr. Diana Nomida Musnir, Dewan Pakar HISPISI dan guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Dr. Taufik Pasiak, M.Pd.I., M.Kes., Ketua  Pusat Studi Neuropsikobiologi dan Perilaku Sosial, dan Dr. Indria Laksmi Gamayannti, M.Psi., Pakar Psikologi. Seminar dengan dua sesi ini dimoderatori Octo Lampito dan Moerdiyanto, M.Pd. ini, dan dibuka langsung oleh Rektor UNY, Prof. Sugeng Mardiyono, Ph.D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Sardiman, paradigma pendidikan tersebut di atas, kalau tidak hati-hati dapat mengarah pada format kehidupan yang sekuler dan cenderung menjauhkan nilai-nilai moral keagamaan. Akibatnya, pendidikan ini akan menghasilkan orang-orang yang selalu mengajar materi untuk memenuhi tuntutan physical happness, yang durasinya sesaat. Lebih parahnya lagi, peserta didik akan hanya berpikir kesejahteraan materiil, yang akan mendorong kehidupan penuh konflik, ketidakadilan, kesenjangan social, sehingga dapat menjauhkan dan menghancurkan dari hubungan persaudaraan yang harmonis dan asasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Memahami hal ini, tampaknya menjadi sangat penting untuk memasukkan ruh spiritualisme dalam pembelajaran IPS, apalagi ingin memperkokoh khitah IPS sebagai bagian dari pendidikan karakter,” lanjut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi UNY ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Taufik Pasiak, menjelaskan posisi spiritualisme dalam kajian empirik neurosains. Dalam penjelasannya, dosen UNJ ini menunjukkan bagaimana peran dan area spiritual di otak yang amat berdekatan dengan sel-sel otak yang membentuk bahasa, emosi, dan motorik. Sedangkan, Diana Nomida musnir, lebih mengarahkan pada implementasi lima pilar belajar dalam pendidikan IPS. “Kelima pilar tersebut, yakni (1) belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) belajar untuk memahami dan menghayati, (3) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (4) belajar untuk hidup bersama dan lebih berguna bagi orang lain, dan (5) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri,” papar Diana. Oleh Khomarudin Hidayat, lima pilar yang menjadi inti pendidikan tersebut, diartikan dalam istilah Orpham, Wanderer, Warrior, Altruist dan Innocent. Di mana, kelima pilar tersebut saling keterkaitan, tetapi bangsa ini hanya yang menerima sesuatu yang sifatnya negatif saja, yakni ketergantungan dengan orang lain dan bersifat pamer.&lt;br /&gt;Sebenarnya, ada lima hal yang ingin dicapai dalam pembelajaran IPS, yakni (1) menyadari identitas dirinya, (2) menikmati hak-haknya, (3) memenuhi kewajiban-kewajibannya, (4) keterkaitan dan keterlibatan dalam masalah-masalah publik dan (5) penerimaan nilai-nilai yang mendasar. Untuk itu, lanjut Sardiman, Pembelajaran IPS jangan dijadikan pembelajaran kelas dua. Karena peserta didik dan pendidik akan menjadi bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://www.uny.ac.id/home/data.php?m=951da6b7179a4f697cc89d36acf74e52&amp;i=1&amp;k=5570)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-338003909190023632?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/338003909190023632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=338003909190023632&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/338003909190023632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/338003909190023632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2008/07/membangun-spiritualisme-dalam.html' title='MEMBANGUN SPIRITUALISME DALAM PENDIDIKAN IPS'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-6687910021986866885</id><published>2008-07-02T22:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T22:59:29.836-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model Thesis'/><title type='text'>Kreativitas guru sejarah dalam pembelajaran sejarah : studi deskriptif-analitik terhadap guru dan implikasinya untuk Program Pengembangan Kreativitas</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SUPARDAN, Dadang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abstrak:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertolak dari anggapan bahwa kreativitas guru sejarah dalam pembelajarannya pada hakekatnya perlu ditingkatkan, mengingat peran dan fungsinya memiliki kontribusi penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran sejarah khususnya. Kreativitas pembelajaran sejarah yang pada umumnya tidak banyak dibahas secara khusus, hal ini berkaitan dengan kebiasaan mengajar sejarah yang menekankan pada tradisi guru sejarah yang mengandalkan interaksi �monolog�ataupun pola pembelajaran direktif lainnya. Padahal pelajaran sejarah bukanlah sesuatu yang statis, rigrid, dan mesti uniform. Pemebalajaran sejarah dapat dikemas melalui suatu penyajian yang menarik, fleksibel, elaboratif, imaginatif, sebagaimna halnya dekudukan sejarah yang merupakan perpaduan ilmu dan seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi hubungan motivasi pembelajaran dengan kreativitas guru, perbedaan kreativitas berdasarkan jenis kelamin, perbedaan kreativitas berdasarkan IPK, serta perbedaan kreativitas berdasarkan lamanya pengalaman bekerja sebagai guru sejarah. Untuk mencapai tujuan tersebut diberikan kuesioner kepada 88 guru sejarah pada 48 Sekolah Menengah Umum di Kotamadya Bandung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa antara motivasi pembelajaran dengan kreativitas guru sejarah memiliki hubungan yang signifikan. Semakin tinggi motivasi pembelajarannya semakin tinggi pula kreativitas guru sejarah dalam pebelajarannya. Dengan kata lain kreativitas merupakan korelat kreativitas guru sejarah. Bahkan tercapainya skor motivasi pembelajaran yang tinggipun (63%), hal ini mereflesikan betapa perlunya pemenuhan aspek lain di luar motivasi, seperti; tersedianya sarana/prasarana yang menunjang, insentif, kompetisi yang sehat, dan sebagainya. Hasil temuan lainnya mengungkapkan bahwa guru laki-laki ternyata lebih kreatif daripada guru perempuan. Hal sejalan teori-teori sosiobiologis, materialis (Marxis dan Non-Mrxis) maupun feminis. Selain itu bahwa IPK ternyata bukan merupakan korelat kreativitas guru sejarah. Hal ini dpat dipahami karena IPK lebih merupakan hasilberfikir konvergen, sedangkan kreativitas lebih merupakan hasil berfikir divergen. Temuan lain, ternyata semakin tidak kreatif. Produk akhir dari penelitian ini secara umum bahwa kreativitas guru sejarah dalam pembelajarannya masih jauh dari tingkatan yang diharapkan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya dirumuskan suatu program pembelajaran sejarah yang memungkinkan krativitas guru sejarah berkembangn menjadi model peran yang diharapkan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: http://digilib.upi.edu/pasca/available/etd-1018106-140731/)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-6687910021986866885?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/6687910021986866885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=6687910021986866885&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/6687910021986866885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/6687910021986866885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2008/07/kreativitas-guru-sejarah-dalam.html' title='Kreativitas guru sejarah dalam pembelajaran sejarah : studi deskriptif-analitik terhadap guru dan implikasinya untuk Program Pengembangan Kreativitas'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-2259721768792111057</id><published>2008-07-02T22:34:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T22:57:45.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model Thesis'/><title type='text'>Kemampuan Mengemukakan Pendapat dalam Pembelajaran Sejarah (Kajian Model Pembelajaran Kooperatif dan Penilaian Otentik di SMAN 3 Purwokerto)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ditulis Oleh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tri Joko Wahyono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abstrak :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan aktivitas, respons, dan kemampuan mengemukakan pendapat siswa  melalui penerapan model pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran Sejarah Nasional dan Umum, dan  (2) meningkatkan  hasil pembelajaran Sejarah Nasional dan Umum melalui penilaian otentik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian  siswa kelas XII IS-2 SMA Negeri 3 Purwokerto. Penelitian ini berfokus pada  peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat melalui penerapan pembelajaran kooperatif  dan penilaian otentik  pada pembelajaran Sejarah Nasional dan Umum. Penelitian ini melibatkan peneliti, guru pengajar Sejarah Nasional dan Umum di kelas XII IS-2  sebagai pelaksana, dan guru ilmu sosial lainnya sebagai kolaborator. Data diperoleh melalui pengamatan, daftar pertanyaan, wawancara, dokumentasi, dan karya siswa. Data tentang aktivitas dan respons yang diperoleh  melalui observasi  dan daftar pertanyaan dianalisis untuk membandingkan  (1) proses pembelajaran sebelum tindakan dengan proses pembelajaran setelah tindakan dan (2) hasil pengamatan tiap siklus yang didukung oleh tanggapan dari berbagai pihak. Data tentang  hasil belajar diperoleh dengan membandingkan  hasil tes sebelum dan sesudah pembelajaran.                     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan  bahwa (1) siswa mempunyai respons yang positif terhadap pembelajaran Sejarah Nasional dan Umum dengan model pembelajaran kooperatif, yang terbukti  dari sebagian siswa merasa senang terhadap metode diskusi dan suasana kelas; (2) persentase kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat meningkat; dan (3) hasil belajar siswa terbukti lebih baik, dan rata-rata persentasi ketercapaian skor hasil belajar siswa  meningkat. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: http://pps.uny.ac.id/index.php?te=3)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-2259721768792111057?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/2259721768792111057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=2259721768792111057&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/2259721768792111057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/2259721768792111057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2008/07/kemampuan-mengemukakan-pendapat-dalam.html' title='Kemampuan Mengemukakan Pendapat dalam Pembelajaran Sejarah (Kajian Model Pembelajaran Kooperatif dan Penilaian Otentik di SMAN 3 Purwokerto)'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-6438103040142871959</id><published>2008-05-28T00:38:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T01:48:11.910-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Picture Kita'/><title type='text'>Museum Nasional dan Monumen Nasional (Monas), 17 Mei 2008</title><content type='html'>Tanggal 17 Mei lalu, kita sepakat untuk sedikit &lt;span style="font-style:italic;"&gt;refresing&lt;/span&gt;, namun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;educating&lt;/span&gt;, ke Museum Nasional dan Monumen Nasional. Sambil mendapat ilmu arkeologi dari teman sekelas, kami juga membahas salah satu tugas kelompok teman kami tentang kurikulum. Pembahasannya di lapangan rindang Monas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar kegiatan santai Sabtu itu adalah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0MuIsRrNI/AAAAAAAAADk/Wwd36AZIFXo/s1600-h/IMG_9240.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0MuIsRrNI/AAAAAAAAADk/Wwd36AZIFXo/s320/IMG_9240.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205330731056868562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0RXIsRrSI/AAAAAAAAAEM/fi07niLZDlo/s1600-h/IMG_9243.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0RXIsRrSI/AAAAAAAAAEM/fi07niLZDlo/s320/IMG_9243.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205335833478016290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0NaosRrOI/AAAAAAAAADs/91_91Ot1Aro/s1600-h/IMG_9244.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0NaosRrOI/AAAAAAAAADs/91_91Ot1Aro/s320/IMG_9244.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205331495561047266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0cCYsRrTI/AAAAAAAAAEU/26BzbJI0A84/s1600-h/IMG_9247.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0cCYsRrTI/AAAAAAAAAEU/26BzbJI0A84/s320/IMG_9247.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205347571623636274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0QzosRrRI/AAAAAAAAAEE/IiDEPz5IiXk/s1600-h/IMG_9268.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0QzosRrRI/AAAAAAAAAEE/IiDEPz5IiXk/s320/IMG_9268.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205335223592660242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0O5osRrQI/AAAAAAAAAD8/zPmsb8jeUz0/s1600-h/IMG_9274.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0O5osRrQI/AAAAAAAAAD8/zPmsb8jeUz0/s320/IMG_9274.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205333127648619778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Mbok, Monas sebelah mana???....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-6438103040142871959?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/6438103040142871959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=6438103040142871959&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/6438103040142871959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/6438103040142871959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2008/05/musem-nasional-dan-monas-17-mei-2008.html' title='Museum Nasional dan Monumen Nasional (Monas), 17 Mei 2008'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/SD0MuIsRrNI/AAAAAAAAADk/Wwd36AZIFXo/s72-c/IMG_9240.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-4762109820354948851</id><published>2007-10-01T21:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T00:55:00.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Picture Kita'/><title type='text'>Mahasiswa Pendidikan sejarah tahun akademik 2007/2008</title><content type='html'>Mau lihat tampang mahasiswa PS2 ketika mau kuliah dan sedang kuliah pada semester 1?..atau hanya bergaya di depan kamera,...he..he..he...&lt;br /&gt;(Atas ke bawah: Hartini, Ida, Syam, Cip, Andhika, Yessi, Pahiya, Adit, Zaenal, dan Sensei).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHcfA90YOI/AAAAAAAAADc/ARYsKgr_DJo/s1600-h/IMG_0944.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHcfA90YOI/AAAAAAAAADc/ARYsKgr_DJo/s320/IMG_0944.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116613077062934754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHcHQ90YNI/AAAAAAAAADU/ZIrI41-be7Y/s1600-h/IMG_0945.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHcHQ90YNI/AAAAAAAAADU/ZIrI41-be7Y/s320/IMG_0945.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116612669041041618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHZdQ90YMI/AAAAAAAAADM/-hKnIQ_HB7g/s1600-h/IMG_0928.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHZdQ90YMI/AAAAAAAAADM/-hKnIQ_HB7g/s320/IMG_0928.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116609748463280322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHXFw90YLI/AAAAAAAAADE/j-u9pbeZeWI/s1600-h/IMG_0946.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHXFw90YLI/AAAAAAAAADE/j-u9pbeZeWI/s320/IMG_0946.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116607145713098930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHUxQ90YJI/AAAAAAAAAC0/q6Cfh0UKu8M/s1600-h/IMG_0937.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHUxQ90YJI/AAAAAAAAAC0/q6Cfh0UKu8M/s320/IMG_0937.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116604594502525074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHT-Q90YII/AAAAAAAAACs/AwRBZgjAvEI/s1600-h/IMG_0936.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHT-Q90YII/AAAAAAAAACs/AwRBZgjAvEI/s320/IMG_0936.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116603718329196674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHTfw90YHI/AAAAAAAAACk/79fEsc6gQuw/s1600-h/IMG_0935.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHTfw90YHI/AAAAAAAAACk/79fEsc6gQuw/s320/IMG_0935.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116603194343186546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHS9A90YGI/AAAAAAAAACc/x7FYm-qbamw/s1600-h/IMG_0934.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHS9A90YGI/AAAAAAAAACc/x7FYm-qbamw/s320/IMG_0934.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116602597342732386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHSVg90YFI/AAAAAAAAACU/vEMrc9rWgnI/s1600-h/IMG_0932.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHSVg90YFI/AAAAAAAAACU/vEMrc9rWgnI/s320/IMG_0932.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116601918737899602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHRSQ90YEI/AAAAAAAAACM/gFL0O_6jFFg/s1600-h/IMG_0930.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHRSQ90YEI/AAAAAAAAACM/gFL0O_6jFFg/s320/IMG_0930.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116600763391696962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-4762109820354948851?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/4762109820354948851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=4762109820354948851&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/4762109820354948851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/4762109820354948851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2007/10/blog-post.html' title='Mahasiswa Pendidikan sejarah tahun akademik 2007/2008'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-GYv7QihRH4/RwHcfA90YOI/AAAAAAAAADc/ARYsKgr_DJo/s72-c/IMG_0944.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-5308989521659540652</id><published>2007-09-26T03:19:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T03:23:41.627-07:00</updated><title type='text'>Thesis non-UNJ</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI GORONTALO &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;06-Desember-2006, 13:01:53 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutrisno Mohamad, S8604006. 2006. Kurikulum Bebasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Gorontalo. Tesis : Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tujuan penelitian adalah memperoleh deskripsi tentang: (a) pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo ; (b) penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo ; (c) Kesulitan yang dialami guru dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo. &lt;br /&gt;Penelitian mengambil studi di SMA Negeri Kota Gorontalo dan dilaksanakan selama enam bulan yakni dari November 2005 sampai dengan April 2006. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini adalah penelitian dasar dalam bentuk studi kasus tunggal dan merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data : (a) informan, (b) tempat dan peristiwa, (c) arsip mengenai notulen hasil kerja MGMP, serta arsip notulen sosialisasi kurikulum berbasis kompetensi, dokumen yang berhubungan dengan penyusunan format silabus dan penilaian. Data dikumpulkan dengan teknik : (a) kuesioner (untuk mendapatkan data awal) ; (b) wawancara mendalam ; (c) observasi, dan (d) mencatat arsip dan dokumen. Proses pengumpulan data sampai dengan penyusunan laporan dilakukan dengan siklus. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, yaitu antara sajian data, reduksi data dan verifikasi secara siklus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian dapat disimpulkan : &lt;br /&gt;(1) pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Kompetensi masih rendah. Hal ini disebabkan sosialisasi yang tidak lancar, tidak merata dan tidak mendalam. Akibatnya masih banyak guru sejarah yang menjadi pekerja kurikulum, artinya banyak guru hanya terbiasa mengikuti apa yang sudah digariskan pemerintah dalam kurikulum. Pada hal dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi guru diharapkan berperan sebagai pengembang kurikulum yang dinamis, edukatif dan konstruktif. Sebaliknya dalam penataran mereka hanya diberi tahu cara mengisi format itu dan tidak mempelajari atau mensosialisasikan mengenai isi kurikulum secara utuh. Akibatnya rencana pembelajaran dibuat hanya untuk memenuhi persyaratan administratif, serta dalam pelaksanaannya yang terpenting asal proses pembelajaran berjalan ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMA Negeri Kota Gorontalo belum optimal. Hal ini terutama dalam pembuatan Program Pembelajaran, yakni Program Tahunan, Program Semester, serta Rencana Pembelajaran yang telah disusun tidak dilaksanakan dengan konsisten dalam proses pembelajaran. Sehingga Pembuatan Program Pembelajaran terkesan hanya memenuhi persyaratan administrasi yang ditandatangani oleh kepala sekolah. Di samping itu dalam proses pembelajaran guru sejarah masih didominasi oleh metode ceramah yang sudah dianggap mapan. Metode mengajar yang memungkinkan proses pembelajaran yang multi arah masih dirasakan menjadi beban. Demikian dengan sistem evaluasi yang dilaksanakan masih terbatas pada penilaian tertulis (pencil and paper test) itu pun hanya terfokus pada aspek kongnitif ; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) kesulitan yang dialami guru sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo terutama dalam memahami kurikulum. Kurikulum Berbasis Kompetensi dirasakan masih membinggungkan guru sejarah. Di samping itu fasilitas pembelajaran sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo sesuai tuntutan Kurikulum Berbasis Kompetensi belum dimiliki. Media pembelajaran seperti Slide, film, LCD dan internet, buku-buku yang relevan sebagai materi pembelajaran masih terbatas pada buku paket yang beredar di “pasaran” itu pun jumlahnya sangat terbatas, sehingga guru kesulitan dalam menerapkan tuntutan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam proses pembelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini diharapkan sebagai masukan terhadap pengambil kebijakan bidang pendidikan terutama, Dinas Pendidikan Propinsi Gorontalo maupun Dinas Pendidikan Kota Gorontalo serta sekolah dalam pengembangan silabus, pembinaan, penataran, pelatihan maupun penilaian terhadap kurikulum berbasis kompetensi khususnya mata pelajaran sejarah di SMA Negeri Kota Gorontalo &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Program Pascasarjana UNS : http://pps.uns.ac.id/&lt;br /&gt;Online article: http://pps.uns.ac.id//mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=80 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 26 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucipto Ardi &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-5308989521659540652?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/5308989521659540652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=5308989521659540652&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/5308989521659540652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/5308989521659540652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2007/09/thesis-non-unj_26.html' title='Thesis non-UNJ'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-5028672789154079541</id><published>2007-09-26T03:14:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T03:25:54.998-07:00</updated><title type='text'>Thesis non-UNJ</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL CABANG GORONTALO TAHUN 1908 – 1942 SEBAGAI MATERI MUATAN LOKAL &lt;/strong&gt;  &lt;br /&gt;Selasa, 19-Desember-2006, 11:45:58 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darwin Une, S8604001. 2006. Organisasi Pergerakan Nasional Cabang Gorontalo 1908 - 1942 Sebagai Materi Muatan Lokal Di SMA Negeri Gorontalo. Tesis : Program Studi Pendidikan Sejarah, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) peranan rakyat Gorontalo dalam membebaskan diri terhadap kolonialisme Belanda pada awal abad XVII, (2) peranan organisasi pergerakan nasional cabang Gorontalo menentang kolonialisme Belanda dari tahun 1908 hingga 1942, (3) materi muatan lokal sejarah perjuangan rakyat Gorontalo pada pengajaran sejarah di SMA Negeri Gorontalo, dan (4) guru-guru sejarah di SMA Negeri Gorontalo dan pejabat Dinas Pendidikan menanggapi sejarah lokal khusunya peranan rakyat Gorontalo dalam Pergerakan Nasional tahun1908 hingga 1942 &lt;br /&gt;Jenis penelitiannya adalah, penelitian deskriptif dengan paradigma kualitatif. Melalui paradigma kualitatif diharapkan penelitian ini dapat mendeskripsiskan berbagai informasi melalui pendekatan studi kasus tunggal terpancang. Teknik pengumpulan data baik untuk informasi data sejarah maupun data sekolah digunakan dengan wawancara mendalam (in-depth interviewing), observasi langsung, dan penggunaan dokumen serta arsip. Teknik cuplikan dalam penelitian ini lebih bersifat “Purposive Sampling”. Ini berarti bahwa informan yang dipilih dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data dan mengetahui masalah secara mendalam. Khusus informan di sekolah-sekolah dipilih guru-guru pengajar sejarah serta yang tahu tentang seluk beluk materi muatan lokal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjamin validitas data yang diperoleh dalam penelitian ini, digunakan teknik trianggulasi data atau sumber yang meliputi sumber lisan dan sumber tulisan, dan trianggulasi teori. Trianggulasi data dimaksudkan agar peneliti bisa mendapatkan data dari beberapa narasumber (manusia) yang berbeda-beda posisinya dengan teknik wawancara mendalam, guna untuk membandingkan informasi dari nara sumber yang satu dengan informasi dari narasumber lain. Trianggulasi teori dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan perspektif lebih dari satu teori dalam membahas permasalahan yang dikaji, misalnya suatu peristiwa yang terjadi dalam suatu masyarakat tidak hanya dikaji dari teori sosial saja, melainkan digunakan juga pandangan misalnya dari teori budaya, politik atau ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) peranan rakyat Gorontalo dalam membebaskan diri dari kolonialisme Belanda pada abad ke- 17 banyak tergantung pada raja-raja Gorontalo, meski demikian rakyat tidak pernah patah semangat mendukung perjuangan fisik tersebut. (2) peranan Berbagai Organisasi Pergerakan Cabang Gorontalo. seperti ; Sinar Budi, Partai Serikat Islam Indonesia,(PSII) dan lainnya, sangat berpengaruh pada perjuangan 23 Januari 1942 menyebabkan pemerintah kolonial Belanda terpaksa keluar dari bumi Gorontalo yang selanjutnya para pemimpin pergerakan berhasil mendirikan pemerintahan yang dikenal dengan Pucuk Pimpinan Pemerintahan Gorontalo (PPPG). (3) Materi muatan lokal khususnya sejarah perjuangan rakyat Gorontalo belum dimasukkan pada pengajaran sejarah di SMA Gorontalo. (4) Baik guru-guru pengajar sejarah di SMA maupun pihak Dinas Pendidikan Nasional Gorontalo menyambut baik atas kehadiran hasil penelitian tentang sejarah perjuangan rakyat Gorontalo menentang kolonialisme Belanda untuk dijadikan materi muatan lokal pada pengajaran sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Program Pascasarjana UNS : http://pps.uns.ac.id/&lt;br /&gt;Online article: http://pps.uns.ac.id//mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=84  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 26 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucipto Ardi&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-5028672789154079541?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/5028672789154079541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=5028672789154079541&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/5028672789154079541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/5028672789154079541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2007/09/thesis-non-unj.html' title='Thesis non-UNJ'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-8324672533073356244</id><published>2007-09-26T02:57:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T03:12:40.822-07:00</updated><title type='text'>PPs Pendidikan Sejarah UNS</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pendidikan Sejarah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I.PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Studi Pendidikan Saejarah sudah dibuka mulai tahun kuliah 1986/1987 bekerja sama dengan Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta sampai dengan tahun 2000/2001. Pada tahun kuliah 2001/2002 Program Studi Pendidikan Sejarah telah bergabung dengan Program Pascasarjana lainnya yang ada di Universitas Sebelas Maret Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berdiri sampai sekarang Program Studi Pendidikan Sejarah telah berusia 20 &lt;br /&gt;tahun; oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Sejarah Program Pascasarjana &lt;br /&gt;UNS telah berpengalaman dalam mengelola mahasiswa baik secara kualitas maupun &lt;br /&gt;kuantitas dan sampai saat ini telah meluluskan 257 Magister.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan peningkatan kualitas, keefektifan, efisiensi, dnan relevansi pendidikan &lt;br /&gt;harus sejalan dengan tuntutan peningkatan kualitas dari sumber daya manusia secara berkesinambungan. Untuk itu, diperlukan sikap belajar sepanjang hayat (life long education).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademis dan profesional di bidang sejarah, Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Sejarah di Universitas Sebelas Maret dirancang dengan kekhususan teknologi pendidikan sejarah untuk pengembangan sistem belajar mandiri. Para lulusan S2 Pendidikan Sejarah di Universitas Seblas Maret diproyeksikan sebagai sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademis dan profesional dalam bidang pendidikan, peneliti dan tenaga ahli di bidang sejarah. Kemampuan akademis dan profesional seperti itu sangat penting untuk dikuasai para dosen, widyaiswara, guru, kepala sekolah, pengawas/penilik, dan para pejabat lain yang turut bertanggung jawab (terkait) dalam pengembangan proses belajar mengajar di setiap lembaga pendidikan/pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret telah disetujui bergabung dengan Program Studi lain yang ada di UNS dengan Ijin Penyelenggaraan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 1814/D/T/2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. TUJUAN PENDIDIKAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Program Pascasarjana (S2) Program Studi Pendidikan Sejarah bertujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mendidik mahasiswa menjadi pribadi yang memiliki integritas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan penampilan profesional di bidang pendidikan sejarah dalam spektrum yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk memberikan layanan profesi melalui &lt;br /&gt;penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menjadi peneliti mandiri yang mampu berpartisipasi dalam pembangunan di bidang ilmunya.&lt;br /&gt;5. Mengembangkan sikap terbuka dan tanggap terhadap perkembangan ilmu dan masalah-masalah di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. BEBAN DAN JANGKA WAKTU STUDI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Program Studi Pendidikan Sejarah (S2) Universitas Sebelas Maret diselenggarakan &lt;br /&gt;dengan Sistem Kredit Semester yang berbobot 42 SKS. Studi direncanakan dapat &lt;br /&gt;diselesaikan selama 4 (empat) semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IV. SARANA PENUNJANG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjang pelaksanaan studi selama dalam pendidikan, tersedia sarana-sarana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perpustakaan, meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Perpustakaan Pusat UNS, dan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perpustakaan Program Pascasarjana dan internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Perpustakaan FKIP UNS dan Fakultas lain dilingkungan UNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Perpustakaan Lembaga Penelitian UNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laboratorium Bahasa Inggris (UPT-P2B).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pusat Komputer UNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pusat Pelayanan Internet UNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V. PENDAFTARAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. Syarat pendaftaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki ijazah Sarjana (S1) bidang studi Pendidikan Sejarah atau bidang ilmu &lt;br /&gt;lain yang sederajat.&lt;br /&gt;B. Prosedur pendaftaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membayar biaya pendaftaran dan seleksi masuk mahasiswa baru PPs. UNS sebesar Rp. 200.000,00 melalui rekening penampungan atas nama Direktur PPs. UNS (Prof.Drs. Haris Mudjiman, M.A., Ph.D.) di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang UNS No. 00191-01-50-000217-5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengisi formulir pendaftaran dan seleksi masuk mahasiswa baru PPs. UNS yang &lt;br /&gt;terlampir dalam leaflet ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengirimkan formulir pendaftaran dan seleksi masuk yang telah diisi tersebut &lt;br /&gt;ke PPs. UNS dengan alamat: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Jl. &lt;br /&gt;Ir. Sutami No. 36 A Surakarta 57126; Telp/Fax. (0271) 632450. Formulir tersebut &lt;br /&gt;harus dilampiri fotokopi bukti setoran biaya pendaftaran dan seleksi mahasiswa &lt;br /&gt;baru sebagaimana dimaksud pada butir (1) di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengikuti tes masuk di kampus PPs. UNS. Menjelang pelaksanaan tes, calon &lt;br /&gt;mahasiswa wajib menunjukkan bukti asli setoran biaya pendaftaran dan seleksi &lt;br /&gt;mahasiswa baru sebagaimana dimaksud pada butir (1) di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setelah mengikuti tes masuk, calon mahasiswa mengisi formulir pendaftaran &lt;br /&gt;mahasiswa baru PPs. UNS versi lengkap yang tersedia di kampus PPs. UNS. Formulir &lt;br /&gt;tersebut dilampiri berkas (masing-masing rangkap dua) sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Salinan ijasah sarjana (S1) dan transkrip akademik yang dilegalisir oleh &lt;br /&gt;Fakultas/Universitas asal S1-nya bagi PTN, dan Kopertis bagi lulusan PTS, atau &lt;br /&gt;yang berwenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Surat rekomendasi dari pihak yang mengetahui kemampuan akademik calon, sedapat &lt;br /&gt;mungkin Pembimbing Akademik (PA) atau dosen pembimbing skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Proyeksi keinginan calon dalam mengikuti program magister, yang berisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Alasan mengikuti program magister.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Harapan yang diinginkan dalam mengikuti program magister dan rencana yang &lt;br /&gt;dilakukan setelah menyelesaikan program ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Daftar riwayat hidup (curriculum vitae).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Surat ijin belajar tertulis dari instansi tempat bekerja (bagi yang sudah &lt;br /&gt;bekerja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Surat keterangan sehat dari dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Surat keterangan jaminan sanggup membiayai studinya sampai selesai baik dari &lt;br /&gt;diri sendiri maupun dari instansi tempat kerja atau sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Amplop panjang berperangko Rp 5.000,00 dengan alamat lengkap calon mahasiswa &lt;br /&gt;untuk memberitahu hasil seleksi masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengirimkan formulir berikut kelengkapannya tersebut ke PPs. UNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Waktu Pendaftaran, Seleksi dan Pengumuman&lt;br /&gt;1. Pendaftaran dibuka setiap hari kerja di kampus PPs. UNS, dari pukul 08.00 &lt;br /&gt;hingga 13.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tes masuk dilaksanakan di kampus PPs. UNS setiap hari Sabtu minggu ke-4, &lt;br /&gt;pukul 09.00 WIB hingga selesai. Materi tes berupa Tes Potensi Akademik (TPA) &lt;br /&gt;dan Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengumuman hasil seleksi dikirim kepada calon mahasiswa setelah yang bersangkutan &lt;br /&gt;melengkapi persyaratan administrasi yang telah ditentukan. Pengumuman juga dapat &lt;br /&gt;ditanyakan ke PPs. UNS, baik secara langsung maupun melalui telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perkuliahan dapat diselenggarakan apabila diikuti oleh minimal 10 orang mahasiswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dasar Pertimbangan Penerimaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kelengkapan persyaratan administrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hasil tes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kemampuan akademik S1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Calon mahasiswa dengan yudisium S1 cumlaude diterima tanpa tes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VI. MASA AWAL PERKULIAHAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan magister PPs UNS dibuka dua kali dalam satu tahun, yaitu periode &lt;br /&gt;I (September – Januari) yang dimulai bulan September dan periode II (Februari &lt;br /&gt;– Juni) yang dimulai bulan Februari. Mahasiswa yang memulai perkuliahan &lt;br /&gt;pada periode II langsung menempuh mata kuliah semester II (genap) bersama-sama &lt;br /&gt;dengan mahasiswa yang telah memulai perkuliahan periode I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VII. BIAYA PENDIDIKAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Calon peserta yang lulus seleksi dan diterima di PPs UNS diwajibkan membayar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Biaya pendidikan sebesar Rp. 2.500.000,00 per semester. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dana Bantuan Pengembangan Institusi (BPI) sebesar Rp. 1.500.000,00 (dapat &lt;br /&gt;diangsur maksimal tiga kali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Biaya pendidikan dan BPI tersebut dibayarkan melalui rekening penampungan &lt;br /&gt;atas nama Direktur PPs. UNS (Prof. Drs. Haris Mudjiman, M.A., Ph.D.) di Bank &lt;br /&gt;Tabungan Negara (BTN) Cabang UNS No. 00191-01-50-000217-5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VIII. TENAGA PENGAJAR &amp; PENGELOLA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. Tenaga Pengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dr. Suyatno Kartodirdjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prof. Dr. Herman J. Waluyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Prof. Dr. Sugiyanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Prof. Dr. Sri Yutmini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Prof. HB. Sutopo, M.Sc., M.Sc., Ph.D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Prof. Dr. H. Djoko Suryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dra. Siswandari, M.Stat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Drs. Hermanu Joebagio, M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dra Sutiyah, M.Pd., M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dra. Sri Haryati, M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Drs. Leo Agung S., M.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Drs. Saiful Bachri, M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengelola &lt;br /&gt;Program Studi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketua : Dr. Suyatno Kartodirdjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sekretaris : Dra. Sutiyah, M.Pd., M.Hum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : http://pasca.uns.ac.id/mod.php?mod=userpage&amp;menu=410&amp;page_id=14&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jakarta, 26 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucipto Ardi&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-8324672533073356244?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/8324672533073356244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=8324672533073356244&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/8324672533073356244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/8324672533073356244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2007/09/pendidikan-sejarah-i.html' title='PPs Pendidikan Sejarah UNS'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-8361136762394246537</id><published>2007-09-25T00:50:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T18:27:43.069-07:00</updated><title type='text'>Kuliah PS-2</title><content type='html'>JADWAL PERKULIAHAN PASCASARJANA&lt;br /&gt;UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA&lt;br /&gt;SEMESTER GANJIL 2007/2008 &lt;br /&gt;PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN SEJARAH&lt;br /&gt;(1 September– 31 Desember 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin&lt;br /&gt;08.00-10.15 : PPs 501 Filsafat Ilmu I (3 sks)*)&lt;br /&gt;Dr. Sunaryo, M.Si, R. 304&lt;br /&gt;10.30-12.45 : PPs 509 : Orientasi baru dlm Psikologi (3 sks)*&lt;br /&gt;Prof.Dr.Conny R.Semiawan/Dr.Yufiarti, R. 104&lt;br /&gt;13.00-15.15 : PPs 502 Metodologi Penelitian (3 sks)*&lt;br /&gt;Dr. Hartati Muchtar, M.Pd, R. 109&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum’at&lt;br /&gt;13.00-15.15 : PPs Filsafat dan Metodologi Sejarah (3sks)&lt;br /&gt;Prof.Dr.Leuriza, R. 107&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;*)Perkuliahan digabung dengan S-2 TP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 24 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sucipto Ardi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-8361136762394246537?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/8361136762394246537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=8361136762394246537&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/8361136762394246537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/8361136762394246537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2007/09/kuliah-ps-2.html' title='Kuliah PS-2'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-4918345167305442023</id><published>2007-09-24T23:22:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T18:25:50.248-07:00</updated><title type='text'>Pengumuman</title><content type='html'>Dengan hormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan mahasiswa PPs Pend. Sejarah UNJ Tahun Akademik 2007/2008, dapat ikut serta dalam blog ini. Dan, yang diperkenankan adalah posting :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hasil resume kuliah&lt;br /&gt;2. Pemikiran/gagasan/opini&lt;br /&gt;3. Informasi terkait perkuliahan&lt;br /&gt;4. Usaha komunikasi sillatrurahmi&lt;br /&gt;5. Pertanyaan&lt;br /&gt;6. Cerita lucu&lt;br /&gt;7. Teka-teki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpenting dalam posting adalah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;tidak ada unsur SARA, porno, dan kekerasan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt; Setelah membuat posting, penulis membubuhkan nama pada bagian bawah diakhir tulisannya. ID dan Password segera diinformasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 24 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sucipto Ardi&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-4918345167305442023?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/4918345167305442023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=4918345167305442023&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/4918345167305442023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/4918345167305442023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2007/09/pengumuman.html' title='Pengumuman'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015791478771078921.post-8893715805834301763</id><published>2007-09-24T22:59:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T18:24:35.748-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Permulaan.....</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Assalamualaikum, salam sejahtera bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan akan kontinuitas untuk menyadari dan mengukuhkan suatu identitas merupakan hal yang alami pada diri manusia, juga kelompok manusia. Hal alami tersebut memang ada dengan sendirinya, maupun diciptakan oleh orang atau sekelompok orang yang peduli akan sebuah identitas. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kesadaran akan eksistensi kelompok itu, dapat dibangun melalui banyak cara. Salah satu yang menjembatani ke arah sana, adalah melalui komunikasi. Dunia tanpa batas, membuka kesempatan untuk jauh lebih baik dalam berkomunikasi (baca : sillaturahmi) antar individu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dimensi komunikasi dan silaturahmi dalam era teknologi dapat diwujudkan dengan internet. Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah UNJ angkatan ke-2, berasal dari wilayah yang tersebar dalam wilayah Indonesia. Dengan hadirnya blog ini, harapan menuju kekompakan atau kebersamaan, seyogyanya dapat berjalan baik. Dan, semua bergantung kepada kita semua.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Demikian, besar harapan blog ini dapat berdampak positif bagi mahasiswa pendidikan sejarah, serta para pembaca yang budiman. Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 24 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucipto Ardi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015791478771078921-8893715805834301763?l=ps2unj.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ps2unj.blogspot.com/feeds/8893715805834301763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9015791478771078921&amp;postID=8893715805834301763&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/8893715805834301763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015791478771078921/posts/default/8893715805834301763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ps2unj.blogspot.com/2007/09/assalamualaikum-salam-sejahtera-bagi.html' title='Sebuah Permulaan.....'/><author><name>PPs Pendidikan Sejarah UNJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
